Sosok Ruby Zukri Alamsyah dalam Percaturan ICT
Publik beberapa akhir ini dikejutkan dengan analisis tajam seorang Ruby
Zukri Alamsyah yang piawai dengan digital forensic dalam kasus skimmer yang
hinggap di ATM BCA. Sosok yang booming ini ternyata bukanlah “pemain” baru
dalam jagad digital forensic di Indonesia. Pria yang dilahirkan 35 tahun
silam ini sering kali dimintai pendapatnya dalam berbagai kasus yang
menyentuh ranah Internet, khususnya delik yang berhubungan dengan cyber.
Mungkin public baru mengetahui nama dirinya dalam berbagai kasus belakangan
ini seperti kasus pembunuhan, David NTU Singapore, Nasruddin Zulkarnain dan
terakhir sebagai ahli *ad charge*dalam kasus Prita Mulyasari yang secara *pro
bono*.
Ternyata tidak hanya itu saja, sudah sejak lama Ruby Alamsyah “turun gunung”
dalam membantu pihak yang berwajib menginvestigasi kasus-kasus delik dalam
dunia cyber, inilah beberapa keahlian Ruby yang digunakan dalam investigasi
dari pihak berwajib berdasarkan keahlian serta background akademis.
Berikut runtut dirinya:
1. Pembunuhan Alda (Artist) – Polres Jakarta Timur
2. Pembunuhan Munir (Activist) – Mabes Polri
3. Penggelapan Pajak – Mabes Polri
4. Money Laundering – Mabes Polri
5. Pembajakan – Ditreskrimsus Polda Metro
6. Penculikan Raisyah – Ditreskrimum Polda Metro
7. Illegal logging – Mabes Polri + Polda Sumut
8. SMS Teror – Polda Papua
9. Pembunuhan – Polda Papua
10. Kartu Kredit – BNN + Mabes Polri
11. Pembunuhan Ketua DPRD Sumut – Polwitabes Medan + Polda Sumut
12. Korupsi di Departemen PU – Ditreskrimum Polda Metro
13. Kasus Ananda Mikola – ahli OC Kaligis Law firm
14. Kasus Narkoba – Dit Narkoba Polda Metro
15. David Hartanto Widjaja di Singapore – keluarga David OC Kaligis Law
firm
16. Kartu Kredit – AKKI (Asosiasi Kartu Kredit Indonesia) – Visa
Internasional
17. Pembunuhan Nasrudin Z (dengan tersangka Antasari Azhar ketua non aktif
KPK) – Ditreskrimum Polda Metro
18. Kasus Prita Mulyasari – ahli untuk OC Kaligis Law Firm
Jauh dari itu semua, perlu diingat Ruby Alamsyah adalah seorang independen
yang bekerja di PT. Jarnus (Jaringan Nusantara) dan bukanlah merupakan Ahli
IT Mabes Polri seperti selama ini yang digembar-gemborkan di media massa.
Keahlian dan spesifikasi bidang Ruby Alamsyah ini dapat kita telusuri dari
berbagai sertifikasi serta background akademis yang dia tempuh selama ini.
Alumnus Universitas Gunadarma tahun 1998 dalam bidang informatika ini telah
berpuluh-puluh mengambil sertifikasi maupun re-sertifikasi, adapun yang
telah dirinya geluti selama ini adalah:
1. Certified Ethical Hacker (CEH) sejak tahun 2005 yang mengambil
sertifikasi dari Ec-Council.
2. Ec-Council Certified Security Analyst (ECSA) sejak tahun 2008 dari
Ec-Council.
3. Certified Ec-Council Instructor (CEI) sejak tahun 2007 dari Ec-Council
4. Computer Hacking Forensic Investigator (CHFI) sejak tahun 2007 dari
Ec-Council.
5. Qualification of Cisco Certified Internet Working Expert tahun 2002 oleh
Cisco Certification
6. Licenced Penetration Tester (LPT) tahun 2008 dari Ec-Council.
7. Microsoft Certified System Engineer
8. Dan masih banyak lagi.
Selain mengikuti sertifikasi seperti yang disebutkan diatas, Ruby juga
sering memberikan training yang diselenggarakan oleh beberapa instansi. Tak
terhitung beberapa perusahaan besar menjadi “murid” atau peserta training
dirinya dalam sertifikasi Certified Ethical Hacker (CEH) maupun Certified
Hacking Forensic Investigator (CHFI), salah satu pesertanya adalah Divisi
Cyber Crime dari Departemen Pertahanan Malaysia.
Indonesia seharusnya harus sangat berbangga karena Ruby saat ini menjadi
satu-satunya orang Indonesia yang menjadi anggota dari HTCIA (High
Technology Crime Investigation Association) dengan nomor anggota 0400111211
regional Asia Pasific, dia adalah aset terbesar bangsa Indonesia yang
gaungnya hingga *go International *dengan berbekal keahlian baik sertifikasi
maupun akademis, nampaknya sangat diragukan Ruby akan membuat kebohongan
public ataupun mengajari cara menjebol ATM dengan memakai dalih modus
operandi skimmer. Saya pribadi bekerjasama dengan Ruby Alamsyah ketika kasus
Prita Mulyasari di mana saling tukar pikiran dan memberikan pencerahan
digital forensic perihal keorisinilan sebuah email dari sebelum proses
pembuktian hingga pembuktian di persidangan meski saya bukan ahli dalam
persidangan tersebut. Berdasarkan track record, saya pikir Ruby Zukri
Alamsyah justru memberikan pengetahuan ratusan juta rupiah secara cuma-cuma
kepada rakyat Indonesia yang masih awam dengan security perbankan tanpa
harus mengeluarkan budget untuk mencari ilmu “mahal” itu.
Dari aspek ekonomi misalnya, seharusnya keterangan Ruby menjadi obat
penenang masyarakat yang sudah “menstigma” kejadian pembobolan ATM kemarin
adalah ulah hacker sehingga para nasabah takut data saldo di acak-acak
sehingga dana bisa lenyap, tapi dengan kehadiran Ruby Alamsyah justru dapat
menjadi semacam “pereda” terhadap nasabah yang mungkin berpikiran data
mereka sudah rusak atau “terkontaminasi” oleh hacker sehingga tidak akan
terjadi *rush *dalam perbankan. Nasabah dapat berlega hati karena ternyata
kebobolannya adalah menggunakan skimmer sehingga kekhawatiran data dan saldo
lenyap agak berkurang.
Saya adalah orang hukum yang terbiasa menggunakan parameter dalam melihat
semua permasalahan, dalam hal pakar, Ruby Alamsyah termasuk kategori pakar
yang memang mumpuni dibidangnya dalam hal digital forensik karena seperti
saya jabarkan diatas dari segi akademisi maupun pengalaman dari sertifikasi
telah jauh lebih mumpuni.
Source : http://mygoder.wordpress.com/2010/01/28/sosok-ruby-zukri-alamsyah-dalam-percaturan-ict/
